Proyek adalah sebuah kegiatan pekerjaan yang
dilaksanakan atas dasar permintaan seseorang pebisnis atau pemilik pekerjaan
yang ingin mencapai tujuan tertentu dan dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan
sesuai dengan keinginan dari pebisnis atau pemilik proyek dan spesifikasi yang
ada
Manajemen
proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan, pengaturan,
kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek oleh para anggotanya dengan
memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah
ditentukan. Fungsi dasar manajemen proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan
lingkup kerja, waktu, biaya, dan mutu. Pengelolaan aspek-aspek tersebut dengan
benar merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek.
Dengan adanya
manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang, dan
tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung
maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tangung
jawab yang dilakukan secara bersamaan (overlapping).
Apabila
fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan
terstruktur, maka tujuan akhir dari sebuah proyek akan mudah terwujud, yaitu:
1.
Tepat Waktu
2.
Tepat Kuantitas
3.
Tepat Kualitas
4.
Tepat Biaya sesuai dengan biaya rencana
5.
Tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat
sekitar
6.
Tercapainya K3 dengan baik
Pelaksanaan
proyek memerlukan koordinasi dan kerjasama antar organisasi secara solid dan
terstruktur. Dan hal inilah yang menjadi kunci pokok agar tujuan akhir proyek
dapat selesai sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.
Pada Proyek ‘tempat
penulis kerja praktek’, terdiri dari beberapa unsur organisasi yang
masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Adapun pihak-pihak tersebut antara
lain:
1.
Pemilik proyek (owner)/investor yang
juga merupakan konsultan manajemen konstruksi
2.
Konsultan perencana arsitektur, landscape,
dan quantity surveyor
3.
Kontraktor pelaksana utama yang membawahi:
1)
Konsultan perencana struktur dan mekanikal & elektrikal
2)
Sub kontraktor spesialis
Kesimpulan
1.
Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai
bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan,
menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan
pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan
berjalannya waktu.
2.
Menurut DI Cleland dan Wr. King (1987), proyek merupakan gabungan dari berbagai
sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.
3.
Manajemen proyek adalah suatu cara mengelola, mengarahkan, dan
mengkoordinasikan sumber daya (manusia/material)disaat mulainya sebuah proyek
hingga akhir untuk mencapai suatu tujuan, yang dibatasi oleh biaya, waktu, dan
kualitas untuk mencapai kepuasan.
4.
Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan
perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik,
pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak, maka
pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak
tersebut.
5.
Lepas dari berbagai variasi proyek-proyek teknologi informasi yang ada –
seperti pembuatan aplikasi, penerapan perangkat lunak, konstruksi infrastruktur
jaringan, dan lain sebagainya – metodologi yang dipergunakan secara umum adalah
sama. Setidak-tidaknya ada enam buah tahapan yang harus dilalui: perencanaan,
analisa, desain, konstruksi, implementasi, dan pasca implementasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar