Muhammad
wahyudin biasa di panggil wahyu, sekarang berumur 23 tahun, lahir di Kuningan
pada tanggal 30 agustus 1993. terlahir dengan sehat dan tak ada satupun kekurangan
yang ada , terlahir di dalam keluarga yang sederhana membuatku bersyukur dengan
keadaan ini. Mempunyai kedua orang tua yang sangat menyayangi membuatku
merasakan bahagia yang tidak tara selain orang tua yang menyayangiku ada juga saudara-saudara
yang sangat menyayangiku. Ibu dan bapak adalah orang tua yang terbaik di dunia
ini, bagiku mereka adalah harta yang tidak dapat di tukar dengan segala
perhiasan yang ada dunia ini. Bapak adalah seorang pekerja keras yang bekerja
di tambang batu bara, bapak rela membanting tulang dan panas-panasan demi bisa
mencukupi kebutuhan istri dan keempat orang anaknya, sedangkan ibu adalah
wanita yang tak pernah lelah untuk mengurusi kebutuhan keluarganya, mulai dari
bangun pagi, menyiapkan sarapan, mencuci, menyetrika, masak dll. Walaupun dunia
ku persembahkan, tidak akan cukup untuk membalas semua yang telah diberikan
kepadaku. Kakak pertama bernama Herry, a Herry sudah mempunyai keluarga dan
memiliki seorang putri yang diberi nama Halwa. aku biasa memanggilnya dengan
sebutan aa, karena memang latar belakang yang berdarah sunda. Namun sayang
keluarga kecil meraka tidak bisa bersatu saat ini karena saat ini a Herry
bekerja di Kalimantan bersama bapak, dan istrinya berada di Kuningan bersama dengan
anaknya. Kakak kedua bernama Annisa dia satu-satunya anak yang paling tercantik
diantara kami karena hanya dia seorang wanita, Teh Ani saat ini sudah mempunyai
keluarga dan memiliki tiga orang anak namanya Afkar, Rihal dan Royan. Teh Ani
saat ini berada di kalimantan berdekatan dengan rumah kedua orang tuaku. Anak ketiga
adalah aku sendiri yang memutuskan untuk merantau di pulau jawa, bukan karena
tidak ingin bersama dengan orang-orang yang menyayangiku tetapi karena
keinginan hati yang kuat untuk menjadi seorang yang sukses di pulau jawa ini. Saat
kecil aku sudah di tinggal oleh kedua orang tua dan di asuh dengan nenek, saat
SMP waktunya untuk menyusul orang tua di kalimantan dan melanjutkan sekolah di
sana. Tetapi, saat SMA memutuskan untuk kembali ke puau jawa dan melanjutkan
sekolah di pulau jawa. Hingga akhirnya sampai saat ini masih berada di pulau jawa tepatnya di Bekasi. Yang
terakhir adalah adikku yang bernama Latifh saat ini dia sedang duduk di bangku
kelas dua SMP yang berada di Kalimantan.
Saat orang tua memutuskan untuk merantau ke kalimantan
dan di asuh oleh nenek menjadikanku kepribadian yang mandiri, yang tidak
bergantung dengan orang lain saat menghadapi kesulitan apapun, saat itu aku
duduk di bangku sekolah dasar yang berada di daerah Kuningan. Saat SMP aku
memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Kalimantan di sebuah pondok pesantren
namanya Ponpes Al- Hayat. Akhirnya masa-masa SMP terlewati dan harus meutuskan
dimana harus melanjutkan pendidikan berikutnya yaitu SMA apakah di Kalimantan
atau di pulau jawa, dengan pertimbangan yang cukup berat akhirnya pulau jawa
menjadi pilihanku untuk melanjutkan pendidikan SMA karena ingin menambah
pengalaman. Karena latar belakangku saat SMP berada di lingkungan pesantren, tidak
ingin membuang ilmu agama yang didapat sebelumnya aku memutuskan untuk
mengembangkan ilmu agama dengan melanjutkan sekolah di pesantren yang berada di
Ciamis bernama Nurussalam. Dua tahun berlalu membuatku mengerti, bahwa di
lingkungan pesantren yang ku singgahi ini tidak bisa menambah ilmu agama yang
sudah kumiliki. Akhirnya pada tahun ketiga, aku memutuskan untuk pergi
meninggalkan pesantren dan mencari tempat baru agar ilmu agama dapat bertambah.
Pilihanku jatuh pada sebuah pesantren yang berada didaerah Kuningan selain
tempatnya yang cukup damai tidak begitu jauh dari tempat tinggal nenek sehingga
bisa mengunjunginya saat waktu kosong. Pesantren itu bernama Nurul Hadid. Dan hingga
akhirnya kini berkuliah di universitas gunadarma jurusan sistem komputer.