Minggu, 11 Oktober 2015

Tugas b.Indonesia (softskill)



Muhammad wahyudin biasa di panggil wahyu, sekarang berumur 23 tahun, lahir di Kuningan pada tanggal 30 agustus 1993. terlahir dengan sehat dan tak ada satupun kekurangan yang ada , terlahir di dalam keluarga yang sederhana membuatku bersyukur dengan keadaan ini. Mempunyai kedua orang tua yang sangat menyayangi membuatku merasakan bahagia yang tidak tara selain orang tua yang menyayangiku ada juga saudara-saudara yang sangat menyayangiku. Ibu dan bapak adalah orang tua yang terbaik di dunia ini, bagiku mereka adalah harta yang tidak dapat di tukar dengan segala perhiasan yang ada dunia ini. Bapak adalah seorang pekerja keras yang bekerja di tambang batu bara, bapak rela membanting tulang dan panas-panasan demi bisa mencukupi kebutuhan istri dan keempat orang anaknya, sedangkan ibu adalah wanita yang tak pernah lelah untuk mengurusi kebutuhan keluarganya, mulai dari bangun pagi, menyiapkan sarapan, mencuci, menyetrika, masak dll. Walaupun dunia ku persembahkan, tidak akan cukup untuk membalas semua yang telah diberikan kepadaku. Kakak pertama bernama Herry, a Herry sudah mempunyai keluarga dan memiliki seorang putri yang diberi nama Halwa. aku biasa memanggilnya dengan sebutan aa, karena memang latar belakang yang berdarah sunda. Namun sayang keluarga kecil meraka tidak bisa bersatu saat ini karena saat ini a Herry bekerja di Kalimantan bersama bapak, dan istrinya berada di Kuningan bersama dengan anaknya. Kakak kedua bernama Annisa dia satu-satunya anak yang paling tercantik diantara kami karena hanya dia seorang wanita, Teh Ani saat ini sudah mempunyai keluarga dan memiliki tiga orang anak namanya Afkar, Rihal dan Royan. Teh Ani saat ini berada di kalimantan berdekatan dengan rumah kedua orang tuaku. Anak ketiga adalah aku sendiri yang memutuskan untuk merantau di pulau jawa, bukan karena tidak ingin bersama dengan orang-orang yang menyayangiku tetapi karena keinginan hati yang kuat untuk menjadi seorang yang sukses di pulau jawa ini. Saat kecil aku sudah di tinggal oleh kedua orang tua dan di asuh dengan nenek, saat SMP waktunya untuk menyusul orang tua di kalimantan dan melanjutkan sekolah di sana. Tetapi, saat SMA memutuskan untuk kembali ke puau jawa dan melanjutkan sekolah di pulau jawa. Hingga akhirnya sampai saat ini masih  berada di pulau jawa tepatnya di Bekasi. Yang terakhir adalah adikku yang bernama Latifh saat ini dia sedang duduk di bangku kelas dua SMP yang berada di Kalimantan.
            Saat orang tua memutuskan untuk merantau ke kalimantan dan di asuh oleh nenek menjadikanku kepribadian yang mandiri, yang tidak bergantung dengan orang lain saat menghadapi kesulitan apapun, saat itu aku duduk di bangku sekolah dasar yang berada di daerah Kuningan. Saat SMP aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Kalimantan di sebuah pondok pesantren namanya Ponpes Al- Hayat. Akhirnya masa-masa SMP terlewati dan harus meutuskan dimana harus melanjutkan pendidikan berikutnya yaitu SMA apakah di Kalimantan atau di pulau jawa, dengan pertimbangan yang cukup berat akhirnya pulau jawa menjadi pilihanku untuk melanjutkan pendidikan SMA karena ingin menambah pengalaman. Karena latar belakangku saat SMP berada di lingkungan pesantren, tidak ingin membuang ilmu agama yang didapat sebelumnya aku memutuskan untuk mengembangkan ilmu agama dengan melanjutkan sekolah di pesantren yang berada di Ciamis bernama Nurussalam. Dua tahun berlalu membuatku mengerti, bahwa di lingkungan pesantren yang ku singgahi ini tidak bisa menambah ilmu agama yang sudah kumiliki. Akhirnya pada tahun ketiga, aku memutuskan untuk pergi meninggalkan pesantren dan mencari tempat baru agar ilmu agama dapat bertambah. Pilihanku jatuh pada sebuah pesantren yang berada didaerah Kuningan selain tempatnya yang cukup damai tidak begitu jauh dari tempat tinggal nenek sehingga bisa mengunjunginya saat waktu kosong. Pesantren itu bernama Nurul Hadid. Dan hingga akhirnya kini berkuliah di universitas gunadarma jurusan sistem komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Disarankan