Minggu, 10 April 2016

Gerhana Matahari

Beberapa waktu lalu di Indonesia yang kita cintai ini disinggahi oleh fenomena yang langka yaitu gerhana matahari. Yaitu pada hari Rabu, 9 Maret, penduduk di beberapa bagian Australia dan Asia Tenggara menyaksikan gerhana matahari total tersebut. Gerhana matahari itu terjadi ketika Bulan melintas langsung di antara Bumi dan Matahari, yang mana itu menyebabkan bayangan jatuh menimpa Bumi. Ini hanya dapat terjadi pada fase bulan baru - ketika sisi gelap bulan menghadap ke Bumi. Sebaliknya, gerhana bulan terjadi ketika Bumi melintas di antara Matahari dan Bulan, menyebabkan bayangan menutupi bulan.

Gerhana matahari total bisa terjadi sekitar 300 tahun di tempat yang sama. Kecuali memang ada daerah yang beruntung seperti Sumatera Selatan dan Bangka itu mendapatkan gerhana pada tahun 1988, kemudian 9 Maret 2016  itu berulangnya 28 tahun, kalau gerhana matahari sebagian sering, ini yang total kalau seperti Jawa berulangnya secara rata-rata itu di atas 300 tahun sekali.


Banyak mitos tentang gerhana matahari total ini. Mitos tentang gerhana menjadi cerita rakyat Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi terutama di Jawa dan Bali. Dongeng tentang raksasa menelan Matahari dan Bulan yang menyebabkan keduanya menghilang, lalu muncul kembali setelah dimuntahkan. Padahal sebenarnya gerhana matahari itu adalah murni sebagai fenomena alam atas kuasa Tuhan. Kita tidak boleh terlalu lama melihat langsung karena bisa membahayakan mata, terutama ketika proses gerhana terjadi, tetapi ketika fase total justru aman untuk mata. Kita aman untuk melihatnya jikalau memakai alat yang tertentu yang aman untuk kita gunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Disarankan