Prototyping
adalah proses yg bisa dilaksanakan secara berulang dengan tujuan untuk
menghindarkan proses persetujuan formal secara periodik yg diperlukan dalam
pendekatan pengembangan sistem secara tradisional.
Prototyping
adalah proses yang digunakan untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam
membentuk model dari perangkat lunak yang harus dibuat.
Prototipe
memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai tentang cara sistem dalam bentuk
lengkapnya. Proses menghasilkan sebuah prototipe disebut Prototyping.
Jenis dari
Prototyping ada dua :
Prototipe
jenis I: sesungguhnya akan menjadi sistem operasional
Prototipe
jenis II: merupakan suatuy model yyang dapat dibuang yang berfungsi bagi sistem
operasional.
Karakteristik
metode prototyping meliputi langkah-langkah :
- Pemilahan fungsi
- Penyusunan Sistem Informasi
- Evaluasi
- Penggunaan Selanjutnya
Jenis-jenis
prototyping meliputi :
- Feasibility prototyping
- Requirement prototyping
- Desain Prototyping
- Implementation prototyping
Teknik-teknik
prototyping meliputi :
- Perancangan Model
- Perancangan Dialog
- Simulasi
Keuntungan
dari prototype :
- Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
- User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.
- Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.
- User merasa puas. Pertama, user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung.
Rapid Prototyping
Rapid Prototyping (RP)
dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untuk membuat model
berskala (prototipe) dari mulai bagian suatu produk (part) ataupun rakitan
produk (assembly) secara cepat dengan menggunakan data Computer Aided Design
(CAD) tiga dimensi. Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi suatu gambar
tiga dimensi menjadi benda tiga dimensi asli yang mempunyai volume. Selain itu
produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk menguji suatu part
tertentu. Metode RP pertama ditemukan pada tahun 1986 di California, USA yaitu
dengan metode Stereolithography. Setelah penemuan metode tersebut berkembanglah
berbagai metode lainnya yang memungkinkan pembuatan prototipe dapat dilakukan
secara cepat.
Saat ini, pembuatan prototipe
menjadi syarat tersendiri pada beberapa perusahaan dalam upaya penyempurnaan
produknya. Beberapa alasan mengapa rapid prototyping sangat berguna dan
diperlukan dalam dunia industri adalah:
- Meningkatkan efektifitas komunikasi di lingkungan industri atau dengan konsumen.
- Mengurangi kesalahan-kesalahan produksi yang mengakibatkan membengkaknya biaya produksi.
- Mengurangi waktu pengembangan produk.
- Meminimalisasi perubahan-perubahan mendasar.
- Memperpanjang jangka pakai produk misalnya dengan menambahkan beberapa komponen fitur atau mengurangi fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam desain.
Rapid Prototyping
mengurangi waktu pengembangan produk dengan memberikan kesempatan-kesempatan
untuk koreksi terlebih dahulu terhadap produk yang dibuat (prototipe). Dengan
menganalisa prototipe, insinyur dapat mengkoreksi beberapa kesalahan atau
ketidaksesuaian dalam desain ataupun memberikan sentuhan-sentuhan engineering
dalam penyempurnaan produknya. Saat ini tren yang sedang berkembang dalam dunia
industri adalah pengembangan variasi dari produk, peningkatan kompleksitas
produk, produk umur pakai pendek, dan usaha penurunan biaya produksi dan waktu
pengiriman. Rapid prototyping meningkatkan pengembangan produk dengan
memungkinkannya komunikasi yang lebih efektif dalam lingkungan industri.
Beberapa metode Rapid
Prototyping yang berkembang saat ini adalah:
- Stereolithography (SLA)
- Selective Laser Sintering (SLS)
- Laminated Object Manufacturing (LOM)
- Fused Depsition Modelling (FDM)
- Solid Ground Curing (SGC)
Dimensi
sebuah prototyping adalah Sebagai berikut :
- Representasi
Dari sebuah
prototyping dapat dipertanyakan apakah hasilnya nanti akan dipresentasikan
dalam sebuah konteks tekstual (kata-kata berbentuk narasi) atau dilengkapi
dengan tampilan visual setra diagram yang mendukung alur proses dari sebuah
aplikasi.
- Jangkauan
Prototyping
dapat berupa tampilan antar muka secara umum dan juga bisa dilengkapi dengan
tampilan yang telah dilengkapi dengan contoh perhitungan ataupun tampilan data.
- Eksekutabilitas
Dalam
dimensi ini, prototyping dengan kategori kompleks dapat berupa sebuah contoh
program “setengah jadi” yang benar-benar dapat dieksekusi atau dijalankan,
sehingga terbentuk sebuah simulasi yang seakan-akan nyata bagi para pengguna.
- Pematangan
Prototyping
dapat melalui tahap-tahap tertentu hingga mencapai sebuah tahap yang dianggap
“matang” sebelum memulai sebuah proses pembuatan.
-
Revolusioner: mengganti yang lama.
-
Evolusioner : terus melakukan perubahan pada perancangan yang sebelumnya.
Terminologi prototyping
Terminologi
Prototyping
1.
Prototyping Horisontal
Sangat luas, mengerjakan atau menunjukkan
sebagian besar interface, tapi tidak mendalam.
2.
Prototyping Vertikal
Lebih sedikit aspek atau fitur dari
interface yang disimulasikan, tetapi dilaksanakan dengan rincian yang sangat baik.
3. Early
Prototyping (prototipe cepat)
Beberapa
keuntungan dari sistem prototipe cepat:
a)
Pengurangan biaya proyek dan risiko.
b) Dapat
digunakan pada industri yang berbeda.
c) Mudah
kesalahan dalam desain sebelumnya dapat dideteksi dan kesalahan dapat
diperbaiki.
d) Hanya
lengkap kepuasan atas produk yang lengkap ini dirancang. Faktor-faktor seperti
manufacturability, ketahanan dan fungsionalitas desain diperiksa sebelum
mengirimnya untuk produksi.
e) Greater
ditingkatkan kemampuan visualisasi langsung dari tahap pertama jika merancang.
Ini membantu user dalam mengetahui bagaimana produk akhir akan terlihat
seperti.
f) Semua
kekurangan mendesain dapat dideteksi dengan mudah sebelum pembuatan produk
dimulai.
g) Produsen,
desainer dan user dapat membahas produk dan bekerja ke depan untuk mendapatkan
produk yang terbaik. Ini membantu untuk memberikan pengguna produk keluaran
yang lebih tinggi.
Melihat
begitu banyak keuntungan yang cepat prototipe, Anda ingin tahu industri di mana
sistem ini bekerja dengan baik. Cepat sistem prototipe digunakan dalam industri
seperti merancang dan rekayasa, aerospace, otomotif, pertahanan, kesehatan, dan
produk konsumen. Profesional telah menggunakan sistem prototipe cepat dengan
bijaksana. Menggunakan keterampilan dan keahlian mereka, mereka telah mampu
memenuhi kebutuhan masa depan pelanggan lebih berhasil.
Metode Rapid Prototyping
Rapid
Prototyping (RP) dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untuk
membuat model berskala (prototipe) dari mulai bagian suatu produk (part)
ataupun rakitan produk (assembly) secara cepat dengan menggunakan data Computer
Aided Design (CAD) tiga dimensi. Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi
suatu gambar tiga dimensi menjadi benda tiga dimensi asli yang mempunyai
volume. Selain itu produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk
menguji suatu part tertentu. Metode RP pertama ditemukan pada tahun 1986 di
California, USA yaitu dengan metode Stereolithography. Setelah penemuan metode
tersebut berkembanglah berbagai metode lainnya yang memungkinkan pembuatan
prototipe dapat dilakukan secara cepat.
Saat ini,
pembuatan prototipe menjadi syarat tersendiri pada beberapa perusahaan dalam
upaya penyempurnaan produknya.
Beberapa
alasan mengapa rapid prototyping sangat berguna dan diperlukan dalam dunia
industri adalah:
- Meningkatkan efektifitas komunikasi di lingkungan industri atau dengan konsumen.
- Mengurangi kesalahan-kesalahan produksi yang mengakibatkan membengkaknya biaya produksi.
- Mengurangi waktu pengembangan produk.
- Meminimalisasi perubahan-perubahan mendasar.
- Memperpanjang jangka pakai produk misalnya dengan menambahkan beberapa komponen fitur atau mengurangi fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam desain.
Rapid
Prototyping mengurangi waktu pengembangan produk dengan memberikan
kesempatan-kesempatan untuk koreksi terlebih dahulu terhadap produk yang dibuat
(prototipe). Dengan menganalisa prototipe, insinyur dapat mengkoreksi beberapa
kesalahan atau ketidaksesuaian dalam desain ataupun memberikan
sentuhan-sentuhan engineering dalam penyempurnaan produknya. Saat ini tren yang
sedang berkembang dalam dunia industri adalah pengembangan variasi dari produk,
peningkatan kompleksitas produk, produk umur pakai pendek, dan usaha penurunan
biaya produksi dan waktu pengiriman. Rapid prototyping meningkatkan
pengembangan produk dengan memungkinkannya komunikasi yang lebih efektif dalam
lingkungan industri.
Beberapa
metode Rapid Prototyping yang berkembang saat ini adalah:
- Stereolithography (SLA)
- Selective Laser Sintering (SLS)
- Laminated Object Manufacturing (LOM)
- Fused Depsition Modelling (FDM)
- Solid Ground Curing (SGC)
sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar